Pengaruh Pendampingan Ibu Melalui Permainan Playmate Terhadap Perkembangan Motorik Kasar Pada Balita Usia 4-5 Tahun Dengan Stunting
DOI:
https://doi.org/10.47134/inhis.v3i2.66Keywords:
Perkembangan, Motorik Kasar, Pendampingan Ibu, StuntingAbstract
Latar belakang: Stunting merupakan suatu kondisi dimana panjang atau tinggi badan yang kurang jika dibandingkan dengan umur pada anak balita yang dapat menyebabkan berbagai gangguan perkembangan pada balita salah satunya gangguan pada perkembangan motorik kasar dikarenakan kurang optimalnya pencapaian peran ibu. Tujuan : Untuk mengetahui pengaruh pendampingan ibu melalui permainan playmate terhadap perkembangan motorik kasar pada balita usia 4-5 tahun dengan stunting di Wilayah kerja Puskesmas Kediri Tahun 2024. Metode : Desain penelitian menggunakan pre eksperimental (One Group Pretest-Posttest design). Populasi penelitian yaitu ibu balita yang bersedia mendampingi dan balita berusia 4-5 tahun dengan stunting di wilayah kerja Puskesmas Kediri. Dengan jumlah sampel 27 orang, teknik sampling yaitu sampling jenuh. Analisa data menggunakan uji Wilcoxon Sign Rank Test. Hasil : Berdasarkan hasil penelitian didapatkan sebagian besar perkembangan motorik kasar pada balita termasuk dalam kategori mulai berkembang sebanyak 22 orang (81%). Setelah diberikan pendampingan ibu melalui permainan playmate sebagian besar meningkat menjadi berkembang sesuai harapan sebanyak 23 orang (85%). Hasil uji Wilcoxon didapatkan p = 0,000. Kesimpulan : Ada pengaruh pendampingan ibu melalui permainan playmate terhadap perkembangan motorik kasar pada balita usia 4-5 tahun dengan stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Kediri.
Background: Stunting is a condition where the length or height is less than the age of a toddler which can cause various developmental disorders in toddlers, one of which is disorders in gross motor development due to the less than optimal achievement of the mother's role. Objective: To determine the effect of maternal assistance through playmate games on gross motor development in toddlers aged 4-5 years with stunting in the Kediri Health Center work area in 2024. Method: The research design used pre-experimental (One Group Pretest-Posttest design). The study population was mothers of toddlers who were willing to accompany and toddlers aged 4-5 years with stunting in the Kediri Health Center work area. With a sample size of 27 people, the sampling technique was saturated sampling. Data analysis used the Wilcoxon Sign Rank Test. Results: Based on the results of the study, it was found that most of the gross motor development in toddlers was included in the category of starting to develop as many as 22 people (81%). After being given maternal assistance through playmate games, most of them increased to develop according to expectations as many as 23 people (85%). The results of the Wilcoxon test obtained p = 0.000. Conclusion: There is an influence of maternal guidance through playmate games on gross motor development in toddlers aged 4-5 years with stunting in the Kediri Health Center Work Area
References
Abdullah, K., & Jannah, M. (2022). Metodologi Penelitian Kuantitatif. PT Rajagrafindo Persada (Vol. 3, Issue 2). Yayasan Penerbit Muhammad Zaini. https://www.infodesign.org.br/infodesign/article/view/355%0A
Adman. (2019). Model Pendampingan Keluarga Berbasis Asesmen, Konseling, Home Visit Dan Intervensi Sebagai Upaya Menumbuhkan Motivasi Belajar Anak Jalanan Di Yayaysan Rumah Kita Cipinang Jakarta. Jurnal Pendidikan Universitas Negeri Jakarta, 31(1), 9–27. https://doi.org/10.21009/parameter.311.02
Akbar, I., & Huriah, T. (2022). Modul Pencegahan Stunting. http://repository.umy.ac.id/bitstream/handle/123456789/36596/Modul Pencegahan Stunting - EBOOK.pdf?sequence=1&isAllowed=y
Arini. (2018). Mengembangkan Kemampuan Motorik Kasar Anak Melalui Permainan Outbound Usia 4-5 Tahun Di Taman Kanak-Kanak Pembina Kotaagung Tanggamus.
Fadilah, M. (2017). Bermain dan Permainan Anak Usia Dini. Presnada Media Group.
Ferasinta, F., Padila, P., & Anggita, R. (2022). Menilai Perkembangan Motorik Kasar Anak Melalui Permainan Lompat Tali. Jurnal Kesmas Asclepius, 4(2), 75–80. https://doi.org/10.31539/jka.v4i2.4478
Gede Yenny Apriani, D. (2021). Hubungan Pengetahuan Dengan Keterampilan Ibu Dalam Menstimulasi Motorik Kasar Anak Umur 36 – 48 Bulan. Jurnal Medika Usada, 4(2), 45–49. https://doi.org/10.54107/medikausada.v4i2.111
Ifalahma, D., & Hikmah, N. (2020). Pengetahuan Ibu Tentang Perkembangan Motorik Kasar Pada Balita Usia 3-4 Tahun. Infokes: Jurnal Ilmiah Rekam Medis Dan Informatika Kesehatan, 10(2), 20–27. https://doi.org/10.47701/infokes.v10i2.1028
Kemenkes. (2016). Pedoman Pelaksanaan Stimulasi, Deteksi dan lntervensi Dini Tumbuh Kembang Anak. Direktorat Kesehatan Departmen Kesehatan Keluarga, 59.
Kemenkes RI. (2022). Kemenkes RI no HK.01.07/MENKES/1928/2022 Tentang Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran Tata Laksana Stunting. 1–52.
Kholifah, E., Syafrida, R., & Nirmala, I. (2022). Pengaruh Permainan Karet Terhadap Kemampuan Motorik Kasar Anak Usia 5-6 Tahun. PeTeKa, 5(3),615627.http://jurnal.umtapsel.ac.id/index.php/ptk/article/view/8158%0A
Koomson, I., Afoakwah, C., & Twumasi, M. A. (2024). Racial Diversity, Child Stunting And Underweight: Policies Design And Promotion In South Africa. Journal of Policy Modeling, 1–20. https://doi.org/10.1016/j.jpolmod.2024.05.009
Maghfuroh, L. (2018). Metode Bermain Puzzle Berpengaruh Pada Perkembangan Motorik Halus Anak Usia Prasekolah. Jurnal Endurance, 3(1), 55–60. https://doi.org/10.22216/jen.v3i1.2488
Misniarti, & Haryani, S. (2022). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Ibu Dalam Melakukan Stimulasi Tumbuh Kembang Pada Anak Toddler Di Wilayah Kerja Puskesmas Kabupaten Rejang Lebong. Journal of Nursing and Public Health, 10(1), 103–111. https://doi.org/10.37676/jnph.v10i1.2374
Mulyani, N. (2016). Super Asik Permainan Tradisional Anak Indonesia. Diva Press.
Munir, Z., Yulisyowati, Y., & Virana, H. (2019). Hubungan Pola Asuh Orang Tua dalam Menstimulasi Perkembangan Motorik Kasar dan Halus Usia Pra Sekolah. Jurnal Keperawatan Profesional, 7(1). https://doi.org/10.33650/jkp.v7i1.505
Muscari, M. E. (2005). Panduan Belajar : Keperawatan Pediatrik. Buku Kedokteran EGC.
Nisa, I., & Suwardi, S. (2021). Stimulasi Gerak Lokomotor Anak Usia 1-4 Tahun Melalui Metode Gerak Dan Lagu. Jurnal Anak Usia Dini Holistik Integratif (AUDHI), 1(2), 88. https://doi.org/10.36722/jaudhi.v1i2.571
Nizrina, E. H., Rosidah, L., & Maryani, K. (2019). Pengaruh Pemanfaatan Alat Permainan Outdoor Terhadap Kemampuan Motorik Kasar Anak Usia 4-5 Tahun. Jurnal JPP PAUD FKIP Untirta, 6(1), 41–50. http://jurnal.untirta.ac.id/index.php/jpppaud/index
Nugraheni, H. O., Syamruth, Y. K., & Purnawan, S. (2023). Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Stunting Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Tanralili Maros. Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat, 12(2), 189–199. https://doi.org/10.51171/jms.v12i2.344
Nursalam. (2016). Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan : Pendekatan Praktis (4th ed.). Salemba Medika.
Punuh, S. N. A., Sudirman, A. A., & Modjo, D. (2023). Hubungan Kejadian Stunting Dengan Capaian Perkembangan Anak Di Wilayah Kerja Puskesmas Motolohu Kabupaten Pohuwato. Usada Nusantara: Jurnal Kesehatan Tradisional, 1(2), 79–93.
Puspita, L., & Umar, M. Y. (2020). Perkembangan Motorik Kasar Dan Motorik Halus Ditinjau Dari Pengetahuan Ibu Tentang Pertumbuhan Dan Perkembangan Anak Usia 4-5 Tahun. Wellness And Healthy Magazine, 2(1), 121–126. https://doi.org/10.30604/well.80212020
Putri, O. M., Qalbi, Z., Delref, & Putera, R. febryan. (2018). Pengaruh Permainan Tradisional Lompat Tali Terhadap Perkembangan Motorik Kasar Anak Usia 5-6 Tahun. Jurnal Ilmiah Pesona PAUD, 8(1), 46–55. http://journal2.uad.ac.id/index.php/jecce
Rahayu, A., & Yulidasari, F. (2018). Stunting dan Upaya Pencegahannya.
Rahmidini, A. (2020). Hubungan Stunting Dengan Perkembangan Motorik Dan Kognitif Anak. Seminar Nasional Kesehatan, 2(1), 90–104. http://www.ejurnal.stikesrespatitsm.ac.id/index.php/semnas/article/download/272/192
Riskesdas, T. (2018). Laporan Riskesdas NTB 2018. Badan Penelitian Dan Pengembangan Kesehatan (Vol. 44, Issue 8).
Rong, J. R. (2021). Parenting Functioning In Stunting Management: A Concept Analysis. Journal of Public Health Research, 10(2), 213–219. https://doi.org/10.4081/jphr.2021.2160
Safitri, Y., Sukmana, E., & Roostin, E. (2022). Upaya Meningkatkan Motivasi Belajar Dan Motorik Kasar Anak Dengan Menggunakan Media Playmate Gross Motor Skill. Jurnal Edukasi Generasi Emas, 1(1), 71–80.
Sahrir, S. H. (2022). Metodologi Penelitian. KBM Indonesia.
Saimu, A., Nastia, & Mayunita, S. (2023). Penanganan Resiko Stunting Berbasis Data Tingkat Kecamatan Mawasangka Tengah Kabupaten Buton Tengah. JIP: Jurnal Inovasi Penelitian, 4(1), 75–88. https://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/rilis-
Sediaoetama, A. D. (2009). Ilmu Gizi Untuk Mahasiswa dan Profesi. Dian Rakyat.
Simbolon, D., Soi, B., Ludji, I. D. R., & Bakoil, M. B. (2022). Pendampingan Gizi Spesifik dan Perilaku Ibu Dalam Pola Asuh Anak Stunting Usia 6-24 Bulan. Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia, 17(1), 13–24. https://doi.org/10.14710/jpki.17.1.13-24
Suhariati, H. I. (2021). Hubungan Peran Orang Tua dalam Stimulasi Bermain dengan Perkembangan Anak Prasekolah di Masa Pandemi Covid-19. Hospital Majapahit, 13(2), 71–79.
Susanti, F. E. M. (2018). Hubungan Pola Makan Bergizi Dengan Perkembangan Motorik Kasar Anak Usia Pra Sekolah Di TK Margobhakti.
Wahidah, A. S., & Nurhayati, A. (2021). Penerapan Ape Sensory Path Dalam Meningkatkan Keterampilan Motorik Kasar Anak Kelompok B Di Taman Kanak-Kanak Dharma Wanita Sidorejo 2 Desa Sidorejo Kecamatan Geneng Kabupaten Ngawi. Kurikula : Jurnal Pendidikan, 6(1), 56–66. https://doi.org/10.56997/kurikula.v6i1.713
Wardoyo, H., & Santoso, S. T. (2021). Panduan Pelaksanaan Pendampingan Keluarga Dalam Upaya Percepatan Penurunan Stunting Di Tingkat Desa/Kelurahan. BKKBN, I, 1–33.
Wong, D. L. (2004). Pedoman Klinis Keperawatan Pediatrik. Buku Kedokter EGC.
Yulizawati, & Afrah, R. (2018). Pertumbuhan dan Perkembangan Bayi. Universitas Muhammadiyah Semarang (Vol. 51, Issue 1).
Yunita, D., Luthfi, A., & Erlinawati. (2020). Hubungan Pemberian Stimulasi Dini Dengan Perkembangan Motorik Pada Balita Di Desa Tanjung Berulak Wilayah Kerja Puskesmas Kampar Tahun 2019. Jurnal Kesehatan Tambusai, 3(2), 96–107. https://doi.org/10.32668/jkep.v3i2.205
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2024 Indonesian Health Issue

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.