Analisis Perbedaan Asupan Zat Gizi dan Kadar Glukosa Darah Puasa Pasien Diabetes Melitus Tipe II
Analisis Perbedaan Asupan Zat Gizi dan Kadar Glukosa Darah Puasa Pasien Diabetes Melitus Tipe II
DOI:
https://doi.org/10.47134/inhis.v3i1.58Keywords:
Asupan Zat Gizi, Kadar Glukosa Darah, DM tipe II, Asupan GiziAbstract
Latar Belakang : Diabetes Melitus masih menjadi salah satu penyakit yang angka kejadian pertahun semakin meningkat. Salah satu penyebab penyakit DM adalah pengaturan pola makan yang kurang tepat, yakni pemilihan karbohidrat dengan porsi yang banyak, jenis karbohidrat yang digunakan lebih banyak menggunakan karbohidrat sederhana. Pengaturan makan pada penderita diabetes mellitus dianjurkan untuk memperhatikan asupan makanan seperti karbohidrat dan serat karena penting dalam pengendalian glukosa darah sebagai salah satu pilar penatalaksanaan diabetes melitus pada terapi gizi medis. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 26 orang. Pengukuran kadar glukosa darah puasa dilakukan 1 kali dengan metode GOD-PAP (glukosa oxidase perokxidase aminoantipyrine phenol) dan melakukan recall 1x24jam selama 2 kali. Analisis data yang digunakan adalah Uji T 1 sampel (one sampel T-test). Hasil Penelitian: Rerata kadar glukosa darah puasa pasien sebesar 176,15 g/dL. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa dari asupan karbohidrat, protein, natrium dan serat tidak memiliki perbedaan yang signifikan terhadap kadar glukosa darah puasa dengan nilai p-value >0,05. Sedangkan asupan lemak memiliki perbedaan yang signifikan terhadap kadar glukosa darah puasa dengan nilai p-value 0,036 (p<0,05). Kesimpulan: Tidak ada perbedaan asupan karbohidrat, protein, natrium dan serat yang signifikan terhadap kadar glukosa darah, dan terdapat perbedaan pada asupan lemak yang signifikan terhadap kadar glukosa darah puasa (p=0,036).
Background: Diabetes Mellitus is still a disease whose incidence rate is increasing every year. One of the causes of DM is improper diet management, namely choosing large portions of carbohydrates, the types of carbohydrates used are mostly simple carbohydrates. Dieting for diabetes mellitus sufferers is recommended to pay attention to food intake such as carbohydrates and fiber because it is important in controlling blood glucose as one of the pillars of managing diabetes mellitus using medical nutrition therapy. Method: This study used a cross sectional design. The subjects in this research were 26 people. Fasting blood glucose levels were measured once using the GOD-PAP (glucose oxidase peroxidase aminoantipyrine phenol) method and recalled 1 x 24 hours for 2 times. The data analysis used is the 1 sample T test (one sample T-test). Research Results: The average fasting blood glucose level of patients was 176.15 g/dL. The research results show that carbohydrate, protein, sodium and fiber intake does not have a significant difference in fasting blood glucose levels with a p-value >0.05. Meanwhile, fat intake had a significant difference in fasting blood glucose levels with a p-value of 0.036 (p<0.05). Conclusion: There is no significant difference in carbohydrate, protein, sodium and fiber intake on blood glucose levels, and there is a significant difference in fat intake on fasting blood glucose levels (p=0.036).
References
Adi, A. A., & Loaloka, M. S. (2022). Hubungan Asupan Zat Gizi Makro, Indeks Glikemik dan Status Gizi dengan Kejadian Diabebtes Melitus Tipe II di Rumah Sakit Titus Uly. jurnal pangan, gizi, kesehatan.
Amanda, E., & Bening, S. (2019). Hubungan Asupan Zink, Magnesium dan Serat dengan Kadar Glukosa Darah Puasa Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di RS PKU Muhammadiyah Temanggung. Jurnal Gizi .
Anggita, F. Y., Siregar, A., & Yuniarti, H. (2022). Analisis Zat Gizi Makro, Status Gizi dan Kadar Glukosa Darah Pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2. Jurnal Pustaka Padi.
Barus, C. A. (2022). Hubungan Asupan Karbohidrat dan Serat dengan Kadar Glukosa Darah Pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 di Desa Sigara-gara.
Fatimah, R. N. (2020). Diabetes Melitus Tipe 2. Medical Faculty, Lampung University.
H. Bhatt, S. S. (2016). Ati-oxidant and anti-diabetic activities of ethanolic extract of Primula Denticulata Flowers. Indonesian Journal Of Pharmacy, 74-79.
Hildania, R. (2020). Hubungan Pengetahuan Tentang Prinsip 3j, Asupan Karbohidrat dan Serat dengan Kadar Glukosa Darah Pasien Diabetes Melitus Tipe 2.
K. Putra, I. W. (2015). Empat Pilar Penatalaksanaan Pasien Diabetes Melitus Tipe 2. Majority, 8-12.
Kabosu , R. A., Adu, A. A., & Hinga, I. A. (2019). faktor resiko kejadian diabetes melitus tipe dua di RS bhayangkara kota kupang. timorese journal of public health .
Kistianita, a. n., Yunus , m., & Gayantri, r. w. (2018). Analisis Faktor Risiko Diabetes Melitus Tipe 2 pada Usia Produktif dengan Pendekatan WHO Stepwse Step 1 (core/inti) di Puskesmas Kendakerep Kota Maang Lli. the indonesian journal of public health.
Komariah, & Rahayu, S. (2020). Hubungan Usia, Jenis Kelamin dan Indeks Massa Tubuh dengan Kadar Glukosa Darah Puasa pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Klinik Pratama Rawat Jalan Proklamasi, Depok, Jawa Barat. Jurnal Kesehatan Kusuma Husada.
Laila, M. N., Muninggar, D. L., & Jaelani, M. (2020). Edukasi Gizi Berbasis Aplikasi Android Pengetahuan Empat Pilar Penatalaksanaan Diabetes Melitus Pada Peserta Prolanis. Jurnal Riset Gizi.
Notoatmodjo, S. (201o). Metodologi Penelitian Kesehatan. Rineka Cipta.
Perkeni (2021). (2021). Pedoman Pengelolaan dan Pencegahan Diabetes Melitus Tipe 2 Dewasa di Indonesia. PB Perkeni.
PERKENI. (2019). Pedoman Pengelolaan dan Pencegahan Diabetes Melitus Tipe 2 di Indonesia. Pekeni, 133.
Purnamasari, D. (2022). Perbedaan Kadar Glukosa Darah Puasa Sebelum dan Sesudah Pemantauan Asupan Nutrisi Selama Seminggu pada Lansia Penderita Diabetes Melitus di Desa Binaan Stik Kesosi. Jurnal Nurse.
Riskesdas (2018). (n.d.). Laporan Nasional Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Indonesia Tahun 2018. Lembaga Penerbit Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (LPB).
S. Setyorogo, S. T. (2013). Faktor Resiko Kejadian Diabetes Melitus Tipe II Di Puskesmas Kecamatan Cengkareng Jakarta Barat Tahun 2012. Jurnal Ilmiah Kesehatan, 6-11.
Sa'pang, M., Sitoayu, L., Swamilaksita, P. D., & Harna, H. (2022). kuantitas dan keseimbangan asupan zat gizi makro dengan kadar glukosa darah puasa pasien diabetes melitus tipe II. jurnal dunia gizi.
Soviana, E., & Maenasari, D. (2019). asupan serat, beban glikemik dan kadar glukosa darah pada pasien diabetes melitus tipe 2. jurnal kesehatan.
Sulistyowati, F. (2017). Hubungan Kadar Gula Darah Puasa dengan HbA1c Pasien Diabetes Melitus Tipe 2. Repository.Unimus.Ac.Id, 9-35.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2024 Indonesian Health Issue

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.